CERITA DIBALIK KUIL ANGKER
Cerita Dibalik Kuil Angker By: Angelie Ade Kantari Matahari baru saja menenggelamkan warnanya yang kemerahan, hendak berganti dengan gelapnya malam. Adzan Maghrib berkumandang mengudara dari kejauhan. Dimana seharusnya tak boleh seorang pun berkeliaran jika sudah memasuki waktu tersebut. Rumah-rumah tertutup rapat, pintu harus terkunci, jendela pun jangan sampai ketinggalan. Dipercaya jika sudah masuk waktu Maghrib para makhluk halus mulai beraktivitas untuk mencari mangsanya terutama pada anak-anak. Orang-orang tua menyebutnya dengan, sandikale . Ya, memang begitu seharusnya. Tetapi, nasib sial menimpa lima orang bocah yang dilanda penyesalan. Mereka saling menatap satu sama lain. Di tengah lapangan yang temaram di bawah lampu jalan, beberapa laron terbang seperti menari-nari pada naungan cahaya redup tersebut. Belum lagi perasaan kalut yang menyelimuti mereka. Cerita berawal ketika ke-lima bocah ini asyik bermain bola, bolos mengaji. Satu diantaranya menjadi kiper dan sisanya...